
Pendiri Kami
Kedaung Group didirikan oleh Dr. Agus Nursalim, seorang pengusaha, industrialis, dan filantropis Tionghoa-Indonesia yang perjalanan hidup dan kariernya memberikan dampak jangka panjang bagi dunia manufaktur, perdagangan, dan filantropi di kawasan ini. Lahir pada tahun 1931 di sebuah pulau kecil di lepas pantai Sumatra bagian utara, ia berasal dari latar belakang yang sederhana. Pada usia 13 tahun, setelah ayahnya meninggal dunia, ia menjual satu-satunya aset keluarga yang tersisa, yaitu jaring ikan, dan memulai perjalanan kewirausahaan yang pada akhirnya mengantarkannya pada pendirian Kedaung Group.
Jauh sebelum Kedaung Group berkembang, Dr. Agus Nursalim telah membangun pengalaman bisnis awalnya melalui perdagangan dan industri. Berawal dari perdagangan peralatan makan dan usaha skala kecil, ia mengembangkan pemahaman mendalam tentang permintaan pasar, potensi manufaktur, serta pentingnya membangun kapasitas industri alih-alih hanya mengandalkan perdagangan. Pada tahun 1969, visi tersebut membuahkan hasil dengan didirikannya fasilitas manufaktur peralatan makan kaca pertama di Indonesia yang berlokasi di Jakarta, yang menjadi fondasi bagi pembangunan Kedaung Group.
Namun, ambisinya melampaui batas Indonesia. Pada tahun 1984, Dr. Agus Nursalim melakukan investasi bersejarah senilai US$12 juta di Tianjin Jiatai Ceramics yang berlokasi di Zona Pengembangan Ekonomi Tianjin. Ini bukan sekadar perusahaan asing pertama di zona tersebut, melainkan juga proyek investasi asing terbesar pada saat itu. Pada tahun-tahun berikutnya, beliau mendirikan lebih dari 30 perusahaan di seluruh Tiongkok dan dikenal luas sebagai salah satu investor perantauan Tionghoa pelopor yang membawa modal, teknologi, serta keahlian industri ke negara tersebut selama era awal reformasinya.
Pencapaian Dr. Agus Nursalim tidak pernah terbatas pada dunia bisnis semata. Beliau juga seorang dermawan yang berdedikasi dengan kiprah sosial yang mencakup bidang pendidikan, pengembangan masyarakat, dan kesejahteraan sosial. Pada tahun 1986, beliau mendanai pendirian Sekolah Menengah Lin Qi-en Memorial untuk menghormati mendiang ayahnya, menciptakan institusi yang kemudian mendidik generasi demi generasi siswa. Sepanjang hidupnya, beliau menerima berbagai penghargaan sebagai pengakuan atas kedermawanan dan kontribusinya yang luas, termasuk kewarganegaraan kehormatan dari Tianjin, Provinsi Shandong, dan Kota Shanwei, serta gelar "Dermawan Luar Biasa" pada acara Southern Charity Gala tahun 2010.
Salah satu perwujudan nilai-nilai beliau yang paling khas adalah komitmennya terhadap martabat dalam bekerja. Setelah mengunjungi sebuah pabrik di Jepang dan melihat penyandang disabilitas bekerja secara produktif di lingkungan industri, beliau kembali ke Indonesia dan mendirikan fasilitas ubin keramik Kedaung yang dirancang khusus untuk mempekerjakan penyandang disabilitas, dengan menyesuaikan mesin dan kondisi pabrik agar ramah bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas. Ini merupakan inisiatif pertama sejenisnya di Indonesia, yang memelopori model baru ketenagakerjaan industri yang inklusif dan mencerminkan keyakinan mendalam beliau bahwa industri seharusnya tidak hanya menciptakan keuntungan, tetapi juga peluang, martabat, dan inklusi.
Di luar Kedaung Group, Dr. Agus Nursalim juga terlibat dalam berbagai usaha berskala besar, termasuk menjadi salah satu pendiri Mount Elizabeth Hospital di Singapura, yang kini menjadi salah satu rumah sakit swasta paling terkemuka di Asia Tenggara. Namun, terlepas dari kesuksesan bisnisnya yang luar biasa, orang-orang terdekatnya mengenang beliau bukan hanya karena apa yang telah ia bangun, melainkan karena prinsip hidup yang ia pegang teguh: disiplin, ketangguhan, kemurahan hati, dan rasa tanggung jawab yang mendalam terhadap kesejahteraan orang-orang yang menggantungkan hidup pada perusahaan yang ia dirikan.
Dr. Agus Nursalim wafat di Singapura pada tahun 2012. Sebelum kepergiannya, beliau berpesan kepada keluarganya bahwa kesuksesan yang diraihnya dibangun bersama para pekerjanya, dan bahwa bisnis yang ia dirikan memikul tanggung jawab untuk melindungi mata pencaharian keluarga-keluarga yang bergantung padanya. Saat ini, meskipun Kedaung Group dipimpin oleh generasi penerus, warisannya tetap tertanam kuat dalam identitas perusahaan, tidak hanya terlihat dari skala Grup yang ia dirikan, tetapi juga dalam nilai-nilai tanggung jawab, ketangguhan, dan visi jangka panjang yang terus menjadi pedoman bagi perusahaan.





